Posted by : Sakti Nurfadillah 10 Sep 2014

Penjelasan Mengenai SIS,SES,LOS

Penjelasan Tentang SIS SES LOS

SIS (SITE INVESTIGATION SURVEY)


SIS adalah proses investigasi lokasi rencana pembangunan tower / BTS, merupakan hal penting dalam proses pembangunan dan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan untuk proses selanjutnya. Melakukan Site Hunting / SITAC (Site Acquisition) sebagai upaya  pencarian lokasi yang tepat dan layak untuk dijadikan lokasi BTS. Pencarian lokasi merupakan survey awal sebelum survey lain dilakukan, survey ini untuk mendapatkan lokasi yang terdekat dengan nominal koordinat yang ada dalam desain jaringan (Nominal RF Network and Transmision Network Design).
Hasilnya adalah  daftar dari beberapa yang membenarkan apakah lokasinya sesuai dengan lokasi untuk penempatan BTS / BSC, Transmision Network dan RF Network, dalam laporan site survey hunting ini mencakup diantaranya melihat posisi lokasi pada peta, situasi tempat lingkungan di mana site tersebut berada, alamat, pemilik lahan, koordinat GPS, foto-foto lokasi dan foto panorama 360 derajat. Semua bentuk laporan ini disesuaikan dengan standar atau format dari operator atau pemilik proyek.

Proses ini dilakukan dengan cara memetakan data koordinat wilayah BTS (kandidat nominal) yang diperoleh dari bagian Radio Network Planning (RNP). Dari data koordinat yang diberikan oleh RNP maka akan diketahui beberapa BTS yang berada di sekitar gedung atau site makro. Biasanya jumlah koordinat BTS yang diberikan oleh operator adalah tiga.

Dasar-dasar pemilihan lokasi

Site Investigation Survey (SIS) adalah rencana untuk menentukan lokasi pembangunan site (tower/BTS)  menjadi hal sangat  penting dalam proses pembangunan yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan proses selanjutnya.

Ada tiga pripsip dasar yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi.

Dapat diakusisi (Leaseable)


  1. Tim Survey harus melakukan investigasi untuk dapat memastikan bahwa lahan yang akan dijadikan kandidat (alternatif) dapat diakuisisi (dibeli maupun sewa). Suatu lahan dapat diakuisisi apabila :
  2. Kepemilikan yang jelas dan status kepemilikannya
  3. Tidak dalam keadaan sengketa baik kepemilikan maupun batas-batasnya
  4. Tidak dijadikan jaminan kepada pihak lain
  5. Pengajuan harga lahan oleh pemilik sesuai dengan harga yang berlaku di daerah tersebut.

Perijinan (Permitable)


  1. Tim Survey harus memastikan bahwa semua perijinan memungkinkan untuk pembangunan site (tower/BTS) di tempat tersebut. Tim harus memastikan bahwa :
  2. Tidak terdapat penolakan oleh warga sekitar pembanguna baik secara individual maupun kolektif (Adat).
  3. Apabila kandidat lebih dari satu, maka pastikan bahwa radius ketinggian tower tidak berpotongan dengan radius kandidat lain sehingga tidak membuka peluang untuk gagal IW (ijin warga) pada semua kandidat.
  4. Garis Sempadan Bangunan (GSB), Garis Sempadan Jalan dan Garis Sempadan Sungai (GSS) yang berlaku (Perlu rekomendasi dari Tata Kota / Pemda)
  5. Semua regulasi yang berlaku di daerah tersebut tidak ada yang secara khusus mengatur tentang pembatasan pembangunan tower telekomunikasi, dalam hal ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
  6. Apabila terdapat pengaturan secara khusus mengenai pembatasan ijin, maka tim harus mampu mendiskripsi peluang yang ada untuk kelanjutan pembangunan tower.
  7. Daerah rencana pembangunan tower bukan merupakan kawasan yang tidak diijinkan bagi penempatan bangunan.
  8. Dalam hal rencana pembangunan tower berada dalam kawasan khusus (misalnya di KKOP/sekitar bandara, perhutani/kawasan hutan, tanah milik negara, tanah adat, dsb) maka  harus berkoordinasi dengan institusi bersangkutan.

Memungkinkan Untuk Pembangunan (Contructable)

Tujuan akhir dari survey ini adalah menyediakan tempat bagi berdirinya tower telekomunikasi sehingga dapat terjangkau oleh jaringan telekomunikasi, untuk itu hal terakhir yang yang harus dipastikan dan menjadi dasar penentuan lokasi tower adalah bahwa di lahan tersebut dapat dibangun tower. Syarat-syaratnya sebagai berikut :
Luas lahan sesuai dengan kebutuhan

  1. Asupan listrik tersedia dan mencukupi
  2. Akses jalan menuju lokasi tersedia dan mudah dijangkau. (Usahakan akses lokasi masih milik pemilik lokasi bukan milik orang lain)
  3. Bukan daerah rawan banjir
  4. Tidak membutuhkan pekerjaan tambah dengan tingkat kesulitan dan resiko tinggi

Dengan ketiga prinsip dasar tersebut diharapkan Tim Survey sukses menemukan lokasi untuk pembangunan tower yang direncanakan dan dapat di eksekusi untuk proses selanjutnya.

Laporan akhir (Reporting)

Merupakan pembuatan sebuah laporan dari hasil survey yang selanjutnya dilakukan untuk proses DRM (design review meeting) sebagai proses akhir untuk melakukan pembahasan mengenai hasil survey lapangan bersama pemberi pekerjaan (vendor atau operator). Untuk contoh reporting SIS survey bisa download disini sebuah report yang pernah saya kerjakan.

Semoga bermanfaat, berdasar dari pengalaman.


SES (Site Engineering Survey)



SES adalah proses investigasi yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan engineering. Pada site baru biasanya harus memperhatikan akses jalan, letak posisi PLN, counter tanah, kekuatan gedung dan lain sebagainya, dan jika site existing, maka harus melakukan pengecekan dan pengukuran terhadap beban KWH meter yang digunakan, mengukur posisi area penempatan apakah masih ada tempat untuk pemasangan perangkat baru. Berikut juga pada tower apakah posisi antenna yang akan dipasang memiliki tempat sesuai dengan yang direncanakan.


Diperlukan melakukan survey RF (Radio Frequensi) untuk sepenuhnya memahami perilaku gelombang radio sebelum menginstal titik akses jaringan nirkabel. Karena pada sistem nirkabel, sangat sulit untuk memprediksi gelombang radio dan mendeteksi keberadaan yang mengganggu sinyal. Bahkan jika site mikro antenna yang digunakan omni-directional, gelombang radio tidak benar-benar menempuh jarak yang sama di semua arah. Sebaliknya dinding, pintu, lift shafts, manusia, dan kendala lainnya menawarkan berbagai tingkat atenuasi, yang menyebabkan Radio Frequensi pola radiasi tidak teratur dan tak terduga. Begitu juga untuk antenna luar biasa yang dikenal dengan site macro yang harus diperhatikan seperti tinggi gedung, pohon, tower atau sutet. Langkah selanjutnya melakukan tracking sejauh 2-5 Km dari lokasi site ke setiap arah jalan,sambil melakukan marking potensial pasar.


Hasilnya adalah berupa desain gambar rencana penempatan perangkat transmisi yang diusulkan, kesiapan lokasi meliputi: ruang untuk perangkat, tower, power supply dan cadangan power supply, foto panorama 360 derajat. menyediakan informasi yang cukup untuk menentukan jumlah dan penempatan jalur akses yang menyediakan cakupan yang memadai di seluruh fasilitas. Pada sebagian besar implementasi, "cakupan yang memadai" berarti mendukung data rate minimum. Sebuah survey RF juga mendeteksi adanya gangguan yang berasal dari sumber lain yang dapat menurunkan kinerja dari nirkabel.


Line Of Sight Microwave Survey


LOS (Line of Sight) Survey di ibaratkan sebagai jarak pandang antara mata dengan objek yang dilihatnya. Survey MW (Microwave) atau TRM (Transmission) dilakukan untuk menghindari penghalang (Obstacle) dari sebuah lintasan sinyal dan menentukan apakah perangkat yang digunakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Dapat juga di definisikan sebagai aktivitas untuk memverifikasi kelayakan suatu jaringan telekomunikasi dengan tujuan menemukan titik spesifikasi pelanggan, tetapi juga mengoptimalkan cakupan dan meminimalkan biaya yang di keluarkan.

Sebelum perencanaan link, antenna dan seterusnya kita harus melakukan aktivitas ini untuk memprediksi bagaimana kita dapat menempatkan ketinggian antenna dari hambatan yang terlihat. Sebelum melakukan aktivitas ini dan untuk meminimalisir kesalahan biasanya team survey berangkat ke lokasi akan diberikan data berupa koordinat titik nominal untuk NE (Near end) dan FE (Far end) nya dari dari pemberi pekerjaan (Operator atau Vendor).

Persiapan LOS survey


Mempelajari map study. Sebelum melakukan survey, lebih baik kita mempelajari peta telebih dahulu untuk mengetahui seberapa jauh lokasi, letak daerah sebagai acuan dalam mengambil arah mana yang tercepat untuk sampai  ke lokasi tujuan. Sebagai alat bantu kita bisa menggunakan map atau study map. Setelah itu, periksa peta topografhic. Dari situ kita bisa menganalisa medan seperti gedung, sutet , pohon, gunung, lembah, bukit dan sebagainya. Sebagai alat bantu kita dapat menggunakan Global Mapper atau Google Earth.

Topology. Periksa kapasitas cross connect link pada existing site. Persiapan tersebut dibutuhkan untuk mengusulkan beberapa FE yang tersedia. Jika kapasitas penuh maka FE tidak dapat diajukan, kemudian periksa FE yang lainya untuk memastikan masih tersedianya kapasitas. Periksa perangkat atau equipment  dalam,  apakah masah ada tempat untuk penambahan link tersebut. Pilih beberapa site yang sudah ada sebagai FE dengan topografi, lokasi, dan link terdekat yang menjadi hub site. Akan lebih baik jika kita mensi mulasikan link dengan software (Pathloss) dengan mempertimbangkan ketinggian tower dan ketinggian antenna yang akan di pasang.

Pelaksanakan LOS survey


Tools yang digunakan. Seorang pelaksana survey di haruskan membawa (GPS,Compass, Clinometers Meteran, Camera, Mirror, Map Layout, Binocullar, Safety belt, Helm).

Titik koordinat. Masukkan koordinat di GPS dan biarkan perangkat menavigasi jalan ke lokasi tujuan. Routing fitur harus diaktifkan sehingga track diplot untuk mempelajari lokasi lebih lanjut. GPS harus dapat tersambung dengan komputer melalui MapSource, sehingga semua informasi dari GPS dapat disimpan di komputer juga sebaliknya. Pastikan lokasi site yang di kunjungi adalah benar, untuk menghindari terjadinya kesalahan usahakan datangi terlebih dahulu FE nya dan tandakan bidang tertinggi yang terdekat dari site FE tersebut.

Pengambilan gambar. Yang pertama dilakukan adalah pengambilan panorama, umumnya per 30 derajat dimulai dari 0 derajat sampai dengan 360 derajat. Pengambilan gambar harus 30 persen langit dan 70 persen bumi, bila new site naikilah bidang yang tinggi seperti pohon, gedung atau yang lainnya, carilah bidang yang terdekat dari titik koordinat. Kedua adalah pengambilan gambar dari NE ke FE atau sebaliknya, lakukan pengambilan dengan cara pembesaran, setengah, dan kecil, untuk memastikan adanya halangan atau tidak. Ketiga adalah pengambilan gambar untuk kondisi site, seperti lokasi site, akses jalan,  menara, perangkat, power, KWH dan trafo PLN terdekat.

Penentuan ketinggian. Pada existing site carilah posisi yang tersedia pada menara. Gambar kaki menara sangat diperlukan sebagai bahan analisa untuk pemasangan antenna MW sehingga kita dapat memprediksi sisi mana pada kaki menara yang masih ada tempat. Pada new site kita harus dapat memprediksi pada ketinggian berapa antenna tersebut akan dipasang, juga harus dapat memastikan tidak terjadi halangan ke sisi FE.

Pemetaan dengan gambar. Melakukan sketsa gambar lokasi site (site layout), lokasi peletakan perangkat dengan mengukur dimensi dari perangkat guna memastikan masih ada tempat kosong untuk penambahan perangkat baru. Sketsa gambar untuk (antenna layout) digunakan sebagai data pada saat ini dan yang akan datang. Kita harus memeriksa ketinggian, ukuran dan jenis antenna yang terpasang pada kaki menara. Untuk memudahkan penggambaran, berikan nama atau kode pada setiap kaki menara. Cara menentukan nya, yang pertama adalah milihat compass sisi arah utara, kaki menara yang memiliki nilai terkecil adalah kaki yang pertama dan untuk penentuan selanjutnya hanya dengan menyesuaikan kaki menara yang lain searah dengan jarum jam.

Tracking. Setelah posisi NE dan FE telah dikonfirmasi. Sekarang kita melacak di sepanjang jalan dari NE ke FE. Idealnya, kita harus mengikuti link pada garis lurus, untuk mengetahui jika ada halangan seperti gedung, menara, pohon, dan lainnya dengan mencari referensi ketinggian dari bidang tersebut. Namun  kendala ke daera  berbukit yang tidak dapat dikunjuni. Kita hanya menandai hambatan sepanjang jalur link dari tempat lain. Seiring pelacakan, kita melihat kondisi jalan apakah pemukiman, pertokoan, perbukitan,  perkantoran, pasar, pegunungan atau yang lainnya. Lihatlah dan ambil data di sepanjang jalur link untuk perhitungan penggunaan perangkat MW.

Laporan akhir (Reporting)




Reporting. Merupakan pembuatan sebuah laporan dari hasil survey yang selanjutnya dilakukan untuk proses DRM (design review meeting) sebagai proses akhir untuk melakukan pembahasan mengenai hasil survey lapangan bersama pemberi pekerjaan (vendor atau operator).

{ 1 comments... read them below or add one }

  1. Asli keren banget yakk.. ternyata butuh banyak pertimbangan., dan hebat banget ilmu beginian

    ReplyDelete

Followers

Powered by Blogger.